Minggu, 02 April 2017

PENCAK SILAT MARTIAL ART

Persiapan Pribadi Atlit Pencak Silat Dalam Bertanding*)

Sangat penting bagi seorang atlit pencak silat untuk mempersiapkan diri dalam pertandingan. Pertandingan pencak silat memberlakukan sistem gugur yang sangat kompetitif yang artinya sekali seorang pesilat kalah ia kehilangan kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya. Artinya, seorang juara pencak silat adalah ia yang tidak pernah kalah, selalu menang dari awal hingga akhir pertandingan. Untuk mencapai prestasi ini, dibutuhkan persiapan yang matang. Latihan fisik dan teknik secara rutin dan terprogram harus dilakukan. Namun menjelang berangkat pertandingan, juga ada hal-hal khusus yang harus dipersiapkan maisng-masing atlit untuk menunjang keberhasilan dalam pertandingan.
Karena pencak silat sebagian besar adalah olahraga individu  (kecuali kategori ganda dan regu), maka persiapan sebaiknya dimulai dari level yang paling dasar yakni dari diri atlit sendiri, yang akan kita sebut “persiapan pribadi”.
Persiapan pribadi adalah semua hal yang harus dipersiapkan oleh masing-masing atlit sendiri. Mengapa persiapan pribadi sangat penting? Karena apabila seorang atlit telah memiliki kesiapan, ia dapat lebih terfokus pada pertandingan, bukan kepada hal-hal lain selain pertandingan. Dan fokus atau konsentrasi turut memperbesar peluang meraih juara.
Kemudian bagaimanakan “persiapan pribadi” yang wajib dilakukan atlit pencak silat itu? Inilah urut-urutan dan uraiannya, mulai dari: (1) sebelum berangkat; (2) saat tiba di tempat pertandingan; (3) saat bermain;  dan (4) selesai bertanding.
  1. Sebelum Berangkat Bertanding
Kata kuncinya adalah: Bereskan hal-hal yang bisa mengganjal. Artinya, sebelum bertanding seorang atlit pencak silat harus membereskan hal-hal lain yang sekiranya akan menggangu konsentrasinya selama bertanding. Apa saja yang harus dibereskan?
  1. Permasalahan pribadi
Penting untuk membereskan urusan-urusan pribadi sebelum berangkat. Terutama bila atlit memiliki masalah pribadi dengan orang lain. Permasalahan pribadi biasanya berkaitan dengan faktor perasaan/afeksi atau emosi. Permasalahan pribadi akan memicu emosi yang berlebihan, dan dalam kondisi tersebut atlit akan sulit fokus. Cara paling aman adalah jangan membuat masalah pribadi apapun menjelang berangkat bertanding; atau apabila memiliki masalah pribadi, bereskan hingga tuntas sebelum berangkat.
  1. Masalah ijin atau dispensasi
Ini berkaitan dengan ijin atau dispensasi sekolah, tugas-tugas yang harus dilakukan atau dikumpulkan ketika kita bertanding. Pastikan semua surat dispensasi telah diterima para dosen atau sekolah, sehingga di kemudian hari tidak ada permasalahan berkaitan dengan hal itu. Apabila waktu pertandingan bertepatan dengan pengumpulan tugas atau ujian, mintalah ijin secara langsung pada dosen bersangkutan, mintalah jadwal di waktu lain, ujian bersama kelas lain, atau kumpulkan tugas lebih awal.
Sesungguhnya dengan mengurus ijin/dispensasi merupakan suatu bukti untukmenegaskan identitas anda sebagai seorang atlit pencak silat yang bertanggung jawab, dan membuktikan anda tidak bersikap egois dan tetap respek pada bidang kehidupan anda yang lain.

  1. Perlengkapan pribadi
Kemasi perlengkapan pribadi anda sendiri jauh-jauh hari sebelum bertanding. Terutama perlengkapan bertanding seperti seragam, decker, handuk, tempat minum, sabuk, dll. Untuk ketegori ganda dan regu, persiapkan secara detil peralatan seperti golok, toyak, seragam, aksesoris, sabuk, peniti dll. Bawalah juga peralatan pribadi lainnya yang sekiranya akan dibutuhkan misalnya P3K pribadi, pemanas air, MP3, bantal kecil, selimut, dll. Penting untuk diperhatikan: bawalah perlengkapan pribadimu selengkap mungkin, jangan meminjam milik orang lain.
  1. Berpamitan
Agar merasa nyaman secara emosional, pamitlah kepada orang-orang dekat, terutama orang tua dan pelatih (apabila ia tidak ikut berangkat). Seorang atlit yang berangkat bertanding ibarat tentara yang berangkat berperang. Karena tu sebelum berjuang, beritahukan kepada orang-orang penting agar mereka memberikan doa restunya. Perlu diketahui bahwa untuk berpamitan tidak harus secara langsung, melalui telepon atau SMS sudah cukup, yang penting ini harus dilaksanakan.

  1. Tiba di Tempat Pertandingan
Kata kuncinya adalah: Mandiri. Atlit yang mandiri adalah atlit yang tahu kapan harus berlatih, kapan harus makan, tidur, istirahat, mempersiapkan diri dll tanpa harus disuruh. Meskipun seorang atlit berangkat bersama tim, dan ada pelatih dan manajer yang bisa mengingatkan dan mempersiapkan segalanya, bersikap mandiri tetap harus dilaksanakan. Pelatih dan manajer akan sangat terbantu bila atlitnya bisa sadar akan tugasnya tanpa harus disuruh-suruh. Pencak silat adalah olahraga individu maka setiap orang harus berkonsentrasi dengan tugasnya masing-masing. Atlit tugasnya adalah bermain, memenangkan pertandingan sebanyak mungkin, maka fokuslah dengan tugas itu. Jangan berusaha berperan lebih dari itu, kecuali bila jam terbang anda sudah mumpuni untuk itu.
Secara teknis, inilah yang harus dilakukan saat bertanding:
  1. Mempersiapkan perlengkapan bertanding
Persiapkan perlengkapan bertandingmu sendiri secara mandiri. Seragam, decker, pelindung kemaluan, tempat minum, handuk, baju ganti, dll. Jangan meminjam milik orang lain, atau mengandalkan perlengkapan tim yang disediakan manajer. Karena barang pinjaman atau barang tim itu belum tentu nyaman untuk anda. Kenyamanan anda dalam bermain ikut menentukan kepercayaan diri anda. Dan bila anda merasa lebih percaya diri menggunakan peralatan tertentu, misalnya seragam, decker, aksesoris tertentu (untuk TGR), maka persiapkan baik-baik peralatan itu. Dan bawalah sendiri, jangan pernah menitipkannya pada orang lain. Karena bisa saja barang dipakai orang lain tanpa ijin, hilang, atau ketika dibutuhkan yang membawa sedang pergi. Sebaiknya atlit memiliki sebuah tas yang khusus dibawa ke gelanggang yang isinya perlengkapan bertanding masing-masing. Bila perlu, bawalah peralatan cadangan. Ini untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu. Misalnya membawa seragam cadangan di tas, kalau-kalau saat bertanding sobek.
Khususnya bagi kategori TGR, penting untuk mempersiapkan peralatan bertanding secara detil. Karena bagi TGR penampilan termasuk salah satu faktor yang mendongkrak penilaian juri. Karena itu tampillah sebaik mungkin; pakailah seragam, sabuk, aksesoris yang terbaik, jangan yang sembarangan. Lipat rapi seragam, sabuk, aksesoris di dalam plastik atau tempat khusus agar tidak kotor dan kusut. Bersihkan golok sampai mengkilap minimal semalam sebelum bermain; amplaslah toyak bila perlu. Bawalah semua peralatan tersebut secara hati-hati dalam tas. Dan bawalah semuanya sendiri, untuk menjaganya agar tidak kotor/kusut, dipakai main-main, atau berjaga-jaga terhadap lawan yang memiliki niat tidak baik.
  1. Membuat diri sendiri senyaman mungkin
Buatlah diri sendiri senyaman mungkin selama bertanding. Perlu diketahui bahwa suasana di gelanggang bisa saja sangat ramai, menegangkan atau penuh tekanan. Seorang atlit tetap harus bisa rileks dalam kondisi apapun. Untuk rileks, cara masing-masing atlit berbeda-beda. Ada yang mendengarkan musik menggunakan MP3/HP, membawa bantal kecil untuk tidur di gelanggang, membaca buku, komik lucu, menyepi di musholla, atau melakukan relaksasi. Yang penting buatlah dirimu senyaman mungkin dengan caramu sendiri, tanpa merepotkan orang lain.
  1. Mengatur perilaku sesuai etika
Pada dasarnya adalah mengatur perilaku diri sendiri agar sesuai dengan etika sopan santun. Etika ini ada dua macam: etika terhadap orang lain dan etika terhadap diri sendiri. Etika terhadap orang lain yaitu: berperilakulah sopan santun pada sesama pesilat, pelatih, wasit juri dan orang-orang di sekitar gelanggang. Ini berlaku saat bermain maupun tidak. Bila dipikirkan secara mendalam, pencak silat adalah olahraga bela diri yang santun, ini terlihat dari pertaurannya. Hormat sebelum masuk gelanggang, tidak boleh menghina lawan, tidak boleh menyerang muka, dilarang mencederai dengan sengaja, tidak menyerang ketika posisi lawan di bawah dll, semua itu sesuai dengan adat kesopanan dan sifat ksatria. Karena itu bawalah kebiasaan ini di luar gelanggang. Bukan perilaku yang menjilat, tetapi sopan santun sewajarnya yang tenang, elegan dan tidak berlebihan. Anda akan lebih dihormati orang lain bila berperilaku demikian, termasuk dihormati teman, lawan, wasit dan juri.
Sedangkan Etika terhadap diri sendiri yaitu: berpikir positif, tidak menjelek-jelekkan diri sendiri, bersih dari pikiran atau niatan negatif. Ini termasuk mengendalikan pikiran dan emosi dari segala sesuatu yang negatif seperti: godaan untuk sombong, ambisius, menyakiti lawan, atau pikiran rendah diri/minder, takut dan putus asa. Kemampuan mengendalikan pikiran ini tergantung dari kedewasaan seorang atlit. Untuk dapat mengenalikan pikiran banyak metode untuk melatihnya, a.l: memiliki catatan harian, afirmasi, relaksasi, meditasi dll. Namun solusi paling mudah untuk mengendalikan diri adalah berdoa sesuai keyakinan masing-masing, yang akan dibahas secara tersendiri.
  1. Berdoa
Berdoa adalah solusi terbaik melepaskan diri dari pikiran negatif. Jujurlah kepada Tuhan dengan apa yang anda rasakan saat ini. Bila anda merasa takut, akuilah, dan mintalah kepada Tuhan keberanian. Bila merasa lemah, akuilah, mintalah kepada Tuhan diberi kekuatan. Atau berdoalah secara netral minta diberi kekuatan untuk bermain sebaik mungkin. Atau cukup bersyukur, berpasrah akan menang-kalah kepada Tuhan. Berdoa ini wajib dilakukan, tetapi jangan memaksakan diri berdoa dalam cara yang anda tidak nyaman atau tidak biasa melakukannya. Intinya, berdoalah dalam cara yang membuatmu nyaman. Dalam buku Quantum Ikhlas disebutkan bahwa “Tuhan akan mengabulkan doa yang diucapkan di hati, bukan di mulut”.
  1. Ketika Bermain
Tiba saat bermain. Inilah persiapan yang sangat penting. Buat pikiran tetap rileks namun terfokus. Jangan terlalu rileks, tetapi juga jangan terlalu tegang. Teralu rileks akan membuat anda lengah dan meremehkan lawan, sementara terlalu tegang akan menurunkan kemampuan anda. Kata kuncinya adalah: Nikmati sebaik-baiknya.
  1. Estimasi waktu
Partai keberapa saya bertanding? Sudut merah atau biru? Urutan keberapa saya tampil? Pool a atau b? Di gelanggang yang mana? Perkiraan jam berapa saya main? Ketahui secara pasti kapan, dimana, partai/urutan keberapa anda bermain, lalu koordinasikan dengan pelatih/ofisial. Sehingga anda bisa menentukan kapan mulai bersiap-siap pemanasan. Untuk kategori TGR, estimasi waktu harus diperhitungkan baik-baik, karena selain pemanasan, TGR harus bersiap-siap mengenakan seragam, aksesoris, riasan wajah dan juga pemeriksaan senjata. Jangan sampai tergesa-gesa karena akan mengurangi konsentrasi.
  1. Fokus
Fokus pada permainanmu sendiri. Jangan memikirkan apapun, jangan memikirkan lawan, wasit, juri, nomor urut atau yang lain. Fokuslah pada dirimu sendiri. Jangan membebani pikiranmu dengan hasil pertandingan (menang atau kalah). Bagi kategori tanding, yang penting cetak poin sebanyak mungkin tanpa kehilangan. Bagi kategori TGR, yang penting bermain sebaik mungkin dengan mengeluarkan seluruh kemampuan yang ada.
Perlu diketahui oleh atlit yaitu ketika ia berlatih, atlit harus memiliki keteguhan mental “berlatih untuk menang”. Tetapi ketika akan bertanding, lupakan menang kalah, pikirkan bagaimana “bermain semaksimal mungkin”. Cetak poin setiap ada kesempatan, keluarkan power maksimal hingga 3 menit. Toh apabila atlit telah berlatih secara sungguh-sungguh sebelumnya, mencetak poin, bermain total, semuanya akan menjadi naluriah/otomatis.
Terkadang kita merasa kesulitan untuk merasakan apakah pikiran kita terfokus atau tidak. Inilah satu kata kunci untuk fokus: nikmatilah masa sekarangJangan memikirkan masa lalu, jangan memikirkan masa depan. Jangan memikirkan yang sudah terjadi, atau yang anda takutkan/perkirakan akan terjadi. Memikirkan masa lalu atau masa depan akan membuat anda cemas dan mengurangi konsentrasi.
Pikiran masa lalu contohnya: memikirkan lawan anda adalah seorang juara nasional, bukankah itu hal yang sudah lalu? Atau terlalu memikirkan strategi bermain yang diinstruksikan pelatih. Permainan dapat berlangsung diluar dugaan, jadi siap saja dengan apapun yang terjadi. Sedangkan pikiran masa depan contohnya: merasa takut akan terbanting, akan kalah, atau akan dihajar oleh lawan. Itu adalah masa depan yang belum terjadi, jadi mengapa dipikirkan? Atau terlalu ambisius memikirkan kemenangan. Atau memperediksi diri sendiri akan kalah. Apa yang terjadi di masa depan bukanlah urusan andajadi nikmati saja permainan (saat sekarang) sebaik-baiknya. Sadari benar-benar berada di mana anda saat ini, apa yang sedang anda lakukan, kemudian nikmatilah. Bila anda memang telah berlatih dengan serius, semuanya akan berjalan secara naluriah dan otomatis. 
  1. Selesai Bertanding
Apapun hasilnya, menang atau kalah, itu bukanlah suatu alasan untuk kehilangan etika terhadap orang lain atau diri sendiri. Seorang atlit sejati harus tetap bersikap dewasa bagaimanapun hasil pertandingannya. Menang atau kalah, ia tetap harus menjunjung etika baik pada orang lain atau pada dirinya sendiri. Kata kuncinya adalah: Bersikap dewasa.
Kekecewaan karena kalah, atau euforia karena menang seringkali membuat seoarng atlit kehilangan kendali dan bersikap kekanak-kanakan. Boleh saja menikmati kemenangan atau meratapi kekalahan tetapi itu baru boleh dilakukan setelah pulang bertanding. Ketika pertandingan belum selesai, ketika masih ada rekan anda satu tim yang masih bermain, anda harus mengendalikan diri.
  1. Istirahat
Pertama-tama yang harus anda lakukan setelah bermain adalah pendinginan (cooling down) dan kemudian beristirahat. Terutama bila setelah itu anda harus bermain lagi. Ganti kaos yang basah karena keringat dengan kaos kering (inilah pentingnya mempersiapkan perlengkapan pribadi), gantung baju seragam (yang mungkin akan dipakai lagi), bereskan kembali peralatan seperti decker, kap protektor dll agar jangan tercecer, karena anda akan membutuhkannya lagi.
Kemudian setelah itu rilekskan pikiran dan tubuh, istirahatlah untuk memulihkan kebugaran. Sama seperti sebelumnya, buat diri anda senyaman mungkin. Kemudian dalam istirahat pun anda butuh fokus. Jangan memikirkan kesalahan atau kelalaian yang baru saja diperbuat dalam bertanding tadi. Terutama bila anda menang dan maju ke babak berikutnya, jangan merasa senang dahulu karena anda masih harus berjuang hingga final. Fokus pada apa yang anda lakukan sekarang: istirahat untuk memulihkan tubuh dan pikiran.
Ini juga berlaku bila ternyata anda kalah atau gagal maju ke babak selanjutnya. Pendinginan tetap harus dilakukan, lalu istirahatlah untuk menjernihkan pikiran. Biasanya memang ada luapan emosi yang berlebihan (sedih atau marah), tetapi pada saat itu istirahatlah sejenak agar otak dapat berpikir rasional, sehingga anda bisa bersikap dewasa dalam menghadapi kekalahan.
  1. Etika menang-kalah dalam tim
Entah anda menang atau kalah, anda tetap harus mendukung tim. Bila anda menang, Dukunglah teman anda yang masih bermain, jangan mentang-mentang sudah menang lalu anda berlaku seenaknya, apalagi bila anda bertingkah laku sombong, maka bukan simpati atau penghormatan yang anda dapatkan tapi rasa dengki dan muak.
Sesungguhnya keberhasilan seseorang dalam tim akan mendongkrak rasa optimisme tim secara keseluruhan. Bagi teman anda, disuporteri oleh teman yang menang akan menambah spirit dan kepercayaan diri. Tetaplah berlatih bersama di pagi hari bersama tim, meskipun sebenarnya anda sudah bebas tugas. Lalu tetaplah berada di tempat pertandingan, jangan lantas keluyuran kemana-mana karena akan membuat iri teman yang belum bermain. Jangan mengemasi barang-barang lebih dulu, toleransilah pada yang belum bermain. Tetap kenakan celana silat setiap ke gelanggang, tetap bawalah seragam kalau-kalau pelatih meminta bantuan anda menjadi ofisial. Bantulah atlit, manajer atau pelatih, misalnya membantu mereka pemanasan, memegang jadwal, membeli sesuatu atau apapun, mereka akan sangat berterimakasih.
Contoh-contoh diatas juga berlaku apabila anda kalah. Jangan karena kalah lalu anda bertindak seenaknya. Jangan terhanyut dalam kesedihan atau kekecewaan, karena tim masih membutuhkan anda meskipun anda kalah. Kuasai diri anda, karena emosi negatif yang berlebihan akan membuat atmosfer tim menjadi negatif. Jangan membahas kekalahan dengan teman-teman yang masih bermain, karena hal itu bisa menurunkan semangat. Tetaplah mendukung tim sebaik mungkin hingga pertandingan selesai.
  1. Evaluasi
Entah menang atau kalah, evaluasi wajib dilakukan, namun sebaiknya kita bersikapfleksibel mengenai waktu dan caranya. Terkadang memang pelatih mengadakan forum khusus untuk mengevaluasi atlit, atau pelatih menyampaikan evaluasi permainan dalam pembicaraan empat mata yang sifatnya pribadi, atau ada yang sama sekali tidak memberikan evaluasi (biasanya karena pelatih menganggap atlit sudah bisa mengevaluasi permainannya sendiri). Entah pelatih memberikan atau tidak, sebagai atlit anda harus melakukan evaluasi. Evaluasi bisa dilakukan secara mandiri atau oleh pelatih/ofisial.
Evaluasi secara mandiri adalah dengan melakukan monolog dengan diri sendiri.Berbicaralah dengan diri sendiri, bagaimana permainan anda tadi. Berdiskusilah dengan diri sendiri dalam hati sejujur mungkin. Atau anda bisa melakukannya dengan menuliskannya (seperti membuat catatan harian). Intinya, anda melakukan flashback, memutar kembali apa yang telah terjadi. Sebaiknya lakukan evaluasi mandiri dulu kemudian ceklah dengan berdiskusi bersama pelatih atau ofisial anda. Cara yang umum dipakai adalah menanyakan kepada mereka pertanyaan terbuka ”Bagaimana menurut mas/mbak permainan saya tadi?”. Pertanyaan itu akan membuat pembicaraan berlanjut menjadi diskusi. Pembicaraan ini dapat berlangsung pribadi atau dengan kehadiran orang lain (teman setim, manajer atau ofisial lainnya), yang penting lakukanlah dalam suasana yang santai. Bila anda dalam suasana rileks, anda akan lebih mudah menerima masukan.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan melakukan evaluasi ketika anda masih merasakan emosikarena evaluasi itu tidak akan bergunaKetika masih emosi, anda cenderung tidak objektif menilai diri sendiri. Rasa marah, sesal, kecewa, sedih, dll karena karena kekalahan bisa membuat anda menghakimi diri sendiri sebagai atlit yang payah, kalahan, dan sederet julukan negatif lainnya. Bukan hanya itu, ketika masih merasakan emosi, anda akan menjadi sangat sensitif terhadap kritik. Kritik, saran, bahkan guyonan kecil saja bisa membuat anda semakin minder/rendah diri, atau lebih parah lagi anda anggap sebagai penghinaan.  Ini juga berlaku bila anda menang atau meraih juara. Euforia kemenangan akan membuat anda tidak mampu melihat kesalahan atau kekurangan diri sendiri. Dalam situasi ini, sebagai orang yang berada di puncak pun anda tidak akan bisa menerima kritik saran dari orang lain karena toh anda sudah berhasil. Disini kita akan mudah terlena.
Oleh karena itu istirahatkan pikiran dan tubuh anda dulu hingga anda bisa secara objektif melakukan evaluasi. Tubuh mungkin akan pulih kembali dalam hitungan jam, namun psikis berbeda-beda setiap orang. Ada yang bisa langsung pulih secara psikis dalam beberapa menit, beberapa jam, beberapa hari, atau bahkan beberapa minggu baru bisa berpikir jernih dan rasional. Biasanya ini tergantung kedewasaan dan karakter masing-masing atlit. Jadi tidak masalah bila evaluasi baru dilakukan beberapa hari sepulang dari pertandingan, yang penting tunggulah hingga pikiran anda objektif, tetapi semakin cepat semakin baik. Biasanya pelatih yang baik akan memberikan evaluasi di hari pertama latihan setelah atlit pulang dari pertandingan.
Persiapan diatas adalah persiapan yang harus dilaksanakan secara berurutan. Contohnya, seorang atlit haruslah membawa perlengkapan pribadinya secara lengkap agar ia bisa merasa nyaman dalam pertandingan. Ia bisa focus dalam bermain bila tidak memiliki permasalahan pribadi yang tertinggal di rempat asalnya. Ia bisa berpasrah lebih khusyuk bila memiliki kepastian bahwa orang-orang dekatnya merestuinya bertanding.
Persiapan diatas sebenarnya sangat sederhana dan remeh, namun seringkali dilewatkan oleh para atlit. Persiapan diatas ditulis berdasarkan observasi-observasi terhadap atlit-atlit pencak silat mulai dari tingkat daerah hingga internasional,  juga dialog-dialog dengan pelatih, manajer dan ofisial pencak silat. Apa yang ditulis diatas merupakan kesimpulan secara garis besar.
Semoga bermanfaat, SELAMAT BERTANDING !!
Sakti mahesa telah menyelesaikan tugas

Minggu, 16 Oktober 2016

Materi permainan,sepakbola,Bola basket,dan Renang gaya dada

materi tentang permainan sepak bola,bola basket,renang gaya dada dankesimpulan kelompok

Materi permainan sepak bola

Pengertian Permainan Sepak Bola: 
     Sepak Bola berasal dari dua kata yaitu "Sepak": dan "Bola". Sepak atau menyepak dapat di artikan menendang (menggunakan kaki) sedangkan "bola" yaitu alat permainan yang berbentuk bulat berbahan karet, kulit atau sejenisnya. Dalam permainan sepak bola, sebuah bola di sepak/tendang oleh para pemain kian kemari. Jadi secara singkat pengertian Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan cara menendang bola kian kemari yang dilakukan oleh pemainan, dengan sasaran gawang dan bertujuan memasukan bola ke gawang lawan.

      Setelah kita tahu pengertian sepak bola mari kita lanjutkan dengan Teknik Dasar permainan Sepak bola. Teknik Dasar Permainan sepak bola dapat diartikan gerak dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain sepak  bola. Jika seseorang ingin melakukan permainan sepak bola, ia harus tahu dan mampu melakukan teknik dasar atau gerak dasar permainan tersebut. Apa sajakah teknik dasar permainan sepak bola yang harus dikuasai?
Teknik Dasar Permainan Sepak Bola:
 
Teknik menendang bola;
      Yaitu teknik menyentuh atau mendorong bola menggunakan kaki. Teknik ini merupakan faktor yang dominan dalam permainan sepak bola. Teknik menendang bola dapat di bagi menjadi beberapa bagian:
1.             Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian dalam.
2.            Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian luar.
3.            Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian punggung
Pelaksanaan teknik menendang bola menggunakan kaki bagian dalam adalah sebagai berikut:
·                     Berdiri dengan sikap melangkah, satu kaki di depan dan kaki lainnya di belakang, kaki yang depan berada di samping bola dan sekaligus sebagai kaki tumpu.
·                     Badan berdiri agak tegak, angkat kaki belakang sebagai kaki yang digunakan untuk menendang bola dengan posis pergelangan kaki diputar ke arah luar.
·                     Selanjutnya tendang bola dengan sentuhan kaki bagian dalam, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

Pelaksanaan teknik menendang bola menggunakan kaki bagian luar adalah sebagai berikut:
·                     Berdiri dengan sikap melangkah, satu kaki di depan dan kaki lainnya di belakang, kaki yang depan berada di samping bola dan sekaligus sebagai kaki tumpu.
·                     Badan berdiri agak tegak, angkat kaki belakang sebagai kaki yang digunakan untuk menendang bola dengan posisi pergelangan kaki diputar ke arah dalam.
·                     Selanjutnya tentang bola dengan sentuhan kaki bagian luar, untuk lebih jelas perhatikan gambar berikut:

Pelaksanaan teknik menendang bola menggunakan kaki bagian punggung adalah sebagai berikut:
·                     Sikap badan dibelakang bola dan agak condong ke depan, salah satu kaki didepan sebagai kaki tumpu dan menghadap ke sasaran dengan lutut sedikit ditekuk.
·                     Kaki tendang berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap bola, lalu ayunka ke depan sehingga mengenai bola tepat pada punggung kaki, sedangkan perkenaan terhadap bola berada ditengah-tengah.
·                     Selanjutnya gerakan kaki mengikuti arah lepasnya bola, untuk lebih jelas perhatikan gambar berikut:
  

Teknik Menghentikan Bola
Yaitu sikap dan gerakan untuk menahan atau menghentikan bola yang datang ke arah kita. Teknik menghentikan bola ada beberapa macam yaitu:
1.             Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian dalam.
2.            Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian luar.
3.            Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian punggung
4.            Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian telapak/sol sepatu
5.            Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian paha
6.            Teknik menghentikan bola menggunakan dada dan perut.
7.            Teknik menghentikan bola menggunakan kepala..
Pelaksanaan Teknik menghentikan bola menggunakan kaki pada dasarnya hampir sama dengan teknik menendang bola, perbedaannya pada teknik menghentikan/menahan bola dengan kaki, bola kita songsong/stop/tahan, sedang pada teknik menendang bola kita dorong/tendang. Untuk lebih jelas perhatikan gambar teknik menghentikan bola menggunakan bermacam cara di bawah ini:

 Teknik Menggiring Bola
Menggiring bola yaitu, mendorong bola atau menentang bola ke depan secara pelan dengan variasi ke samping sambil berlari sehingga bola bergulir di tanah dan tetap dalam penguasaan pemain.
Teknik menggiring bola dapat dilakukan dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan kaki bagian punggung baik menggunakan kaki kanan, kaki kiri, atau kaki kanan dan kiri secara bergantian. 

Teknik Menyundul Bola
Menyundul bola adalah gerakan mendorong bola menggunakan kepala khususnya bagian dahi, gerakan ini dilakukan jika bola berada di udara atau melayang. Berikut ini contoh gambar pemaian sedang melakukan menyundul bola.

Peraturan Permainan Sepak Bola
Permainan sepak bola dimainkan oleh dua regu dengan tiap regu berjumlah 11 orang, terdiri dari 10 pemaian penyerang dan seorang penjaga gawang. Permainan ini dilakukan dalam 2X45 menit, dan dipimpin oleh seorang wasit dibantu 2 orang hakim garis. Tujuan Permainan Sepak Bola adalah memasukan bola ke gawang lawan. Regu atau tim yang terbanyak memasukan gol ke dalam gawang lawan maka dinyatakan sebagai pemenang.

Materi Permainan Bola Basket
Bola basket adalah permainan olahraga yang dilakukan secara berkelompok, terdiri atas dua tim yang beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding dengan tujuan mencetak poin dengan cara memasukkan bola ke dalam keranjang (RING) lawan.

A. Teknik Dasar Bola Basket

1. Teknik menggiring bola ( Dribbling)

Teknik dribbling adalah teknik membawa bola untuk menghindari lawan agar bisa mencetak poin.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan dribbling
  • Sikap melangkah kedua kaki agak di tekuk 
  • Badan agak condong ke depan
  • Dorong bola ke lantai dengan menggunakan telapak tangan baik tangan kanan maupun kiri
  • Sumber gerakan mendorong dari siku 
Dalam melakukan teknik dribbling Anda harus memantulkan bola setelah melangkah sebanyak 3 kali, karena jika melebihi maka akan dianggap pelanggaran. Hal ini yang menguntungkan bagi lawan karena nanti akan mudah untuk mendapatkan poin.


2. Teknik Mengoper ( Passing
Teknik passing adalah gerakan melempar bola ke teman satu timnya dengan menggunakan satu atau dua tangan. Teknik ini harus bisa dilakukan dalam permainan bola basket, karena untuk mencegah dari lawan yang ingin merebut bola.
Ada 6 jenis passing yang kamu bisa lakukan untuk menyusun strategi dan bisa mendapatkan poin.
  • Overhead Pass
  • Chest Pass
  • Baseball Pass
  • Bounce Pass
  • Hook Pass
  • Under Pass
3. Teknik Pivot
Teknik pivot merupakan gerakan berputar ke segala arah dengan bertumpu pada salah satu kaki pada saat pemain tersebut menguasai bola, sedangkan kaki yang dipindahkan dapat melewati depan atau belakang. Fungsi gerakan pivot adalah untuk melindungi bola dari rebutan pemain lawan. Biasanya pemain yang memiliki postur badang yang tinggi yang berada di sekitar ring basket lawan diberikan tanggung jawab melakukan tugas menembak dan melakukan pivot.

4. Teknik menembak (Shooting)
Dalam melakukan permainan bola basket, teknik menembak (shooting) ini harus bisa dikuasai. Dengan melakukan shotting yang tepat maka tim kamu akan mendapatkan poin.

Langkah-langkah yang harus kamu ketahui dalam melakukan teknik shooting
a. Teknik menembak dengan satu tangan
  • Sikap berdiri kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang.
  • Dengan kedua lutut rendah, bola di pegang oleh tangan kanan di atas kepala dengan jari terbuka, sedangkan tangan kiri membantu memegang.
  • Kemudian bola di tembakan tangan dalam keadaan lurus
b. Teknik menembak dengan dua tangan
Teknik menembak dengan dua tangan sama halnya dengan teknik menembak dengan satu tangan, namun ada perbedaannya yaitu ketika memegang dan mendorong menggunakan satu atau kedua telapak tangan. Teknik menembak dapat dilakukan dengan melompat (lay up) atau tanpa melompat. 

5. Teknik Rebound
Teknik ini juga berpengaruh dalam kemenangan permainan bola basket. Teknik rebound adalah teknik menggagalkan lawan yang ingin memasukkan bola ke ring. Para pemain bola basket harus menguasai teknik ini agar lawan kesusahan untuk mencetak poin.


B. Peraturan Permainan Bola Basket

1. Lapangan bola basket

Lapangan permainan terdiri atas lantai yang datar, keras dan bebas dari rintangan. Ukuran lapangan berbentuk empat persegi panjang  dengan rincian sebagai berikut:
- Panjang lapangan = 28 meter
- Lebar lapangan    = 15 meter
- Diameter lingkaran lapangan = 3,6 meter
- Tinggi Ring = 2,75 meter
- Diameter Ring = 0,45 meter
2. Waktu permainan
Pertandingan terdiri atas dua babak yang masing masing memakan waktu 20 menit dan 10 menit untuk istirahat di antara kedua babak. Organisasi nasional maupun lokal diijinkan untuk memperpanjang waktu dari 2 babak menjadi 4 babak, yang masing masing babak 10 menit. Khusus untuk bola basket mini dilaksanakan 4 babak, tiap babak 10 menit dengan waktu istirahat 2 menit.
3. Bola lompat ( Jump ball )
Jump ball adalah bola yang di lambungkan oleh wasit ke udara di antara dua pemain yang berlawanan, bola harus di sentuh salah satu orang pemain setelah mencapai titik tertinggi. Bila bola jatuh ke lantai tanpa di sentuh salah satu pemain maka wasit harus mengulangi. Jump ball dilaksanakan pada saat :
1). Permulaan permainan dan sesudah istirahat
2). Dua orang pemain yang berlawanan memegang bola secara bersamaan.
4. Angka ( Nilai )
Gol terjadi kalau bola masuk ke dalam keranjang dari atas jatuh melewati jaring. Gol yang terjadi dari tembakan lapangan mendapat nilai 2, sedangkan gol yang terjadi dari tembakan lapangan dari luar batas three point mendapatkan nilai 3. Gol yang terjadi dari hasil tembakan hukuman mendapat nilai 1.  Setelah terjadi gol dari tembakan lapangan, maka regu yang kemasukan segera memainkan bola kembali dari garis akhir, dalam tempo 5 detik.
5. Bola Hidup dalam permainan bola basket
Bola menjadi hidup dalam permainan apabila:
  • Setelah mencapai titik tertinggi dan di sentuh oleh seorang pemain pada saat jump ball
  • Wasit menyerahkan bola kepada penembak
  • Operan dari luar lapangan dan bola menyentuh seorang pemain di lapangan bebas.
6. Bola Mati dalam permainan bola basket
Bola menjadi mati dalam permainan apabila :
  • Apabila suatu gol terjadi
  • Terjadinya suatu pelanggaran
  • Terjadi suatu kesalahan
  • Terjadi bola pegang atau bola nyangkut di ring
  • Wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan
  • dan bunyi istirahat dari operator pada waktu terjadinya peristiwa 30 detik di mana bola sedang hidup.

7. Tembakan Bebas
Tembakan bebas adalah kesempatan yang di berikan kepada seorang pemain untuk melakukan tembakan tanpa rintangan, gol dari tembakan bebas mendapat nilai 1.

8. Pelanggaran
Pelanggaran adalah sebuah penyimpangan dari peraturan-peraturan  permainan. Hukuman yang diberikan adalah kehilangan bola bagi tim yang melakukan pelanggaran.
9. Peraturan 3 detik
Pemain dilarang berada lebih dari tiga detik dalam daerah bersyarat lawannya, yaitu daerah diantara garis akhir dan tepi yang jauh dari garis tembakan bebas waktu bola berada dalam teman satu timnya. Ini berlaku untuk seluruh keadaan luar lapangan, dan hitungan tiga detik dimulai pada waktu pemain yang memainkan bola berada di luar lapangan dan menguasainya.
10. Peraturan 5 detik, 10 detik dan 30 detik
peraturan lima detik apabila seorang pemain memegang bola, dalam tempo 5 detik bola harus segera dimainkan, dioperkan kepada teman satu tim, atau di dribbling.
Peraturan 10 detik , suatu regu yang menguasai bola di bagian belakang harus segera memainkan bola sampai melewati garis tengah.
Peraturan 30 detik bila suatu tim/ regu dalam penguasaan bola, maka dalam 30 detik bola harus dilaksanakan percobaan penembakan ke ring basket lawannya.
11. Peraturan melemparkan bola kembali ke belakang ( back ball )
Seorang pemain yang sedang menguasai bola dan berada di garis depan tidak diperbolehkan mengembalikan bola kembali ke belakang sampai melewati garis tengah, termasuk untuk lemparan dari luar lapangan (throw in)

Renang Gaya Dada / Katak (Pengertian, Teknik Dasar)
 Diposkan oleh Cah Samin on Minggu, 13 Desember 2015   Label: Olahraga
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Renang Gaya Dada / Katak / Breast Stroke meliputi Pengertian dan Teknik Dasar renang gaya Dada / Katak. Silakann disimak selengkapnya..

Pengertian Renang Gaya Dada / Katak
Renang gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi badan/dada menghadap ke permukaan air, kedua kaki menendang ke arah luar sedangkan kedua tangan dibuka melebar ke samping sepeti gerakan membelah air agar badan lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak waktu berenang sehingga gerakan gaya dada sering juga disebut gaya katak. Renang gaya dada dibandingkan dengan gaya lainnya merupakan gaya yang paling lambat daya lajunya.

Renang gaya dada sering disebut dengan istilah breast stroke.

Teknik Renang Gaya Dada / Gaya Katak 

1.       Latihan Gerakan Meluncur

Gerakan meluncurkan merupakan teknik yang harus dikuasai oleh setiap perenang. Langkah pertama ini penting untuk kita ketahui dan kita kusai karena meluncur dapat menghilangkan rasa takut ketika berada di dalam air, dapat menyesuaikan suhu, dan juga tentunya dapat menghilangkan resiko terkenanya cidera. Berikut cara meluncur saat akan melakukan renang.
a.       Pertama yaitu berdirlahi di pinggir kolam dengan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
b.      Posisi badan dibungkukan sehingga tampak sejajar dengan permukaan air, lalu kedua belah tangan diluruskan dan mengapit telingga.
c.       Tolakan kaki yang berada di dinding kolam kuat-kuat, lalu tubuh atau badan akan meluncur ke depan.
d.      Kedua lengan dan kedua kaki lurus ke depan.
e.      Posisi badan berada di permukaan air (stream line) dengan tubuh lurus dan jagalah keseimbangan.
2. Latihan Gerakan Kaki
Untuk berlatih gerakan kaki pada renang gaya dada dapat Anda simak langkah-langkah berlatih gerakan kaki saat renang gaya dada berikut.
a.       Posisi badan terlungkup atau tengkurap.
b.      Berpeganganlah pada dinding kolam reanang.
c.       Posisi kepala berada di permukaan air dan kedua kaki dalam posisi lurus.
d.      Kedua kaki ditarik ke arah samping lalu kedua kaki diluruskan kembali, seperti pada kaki katak ketika sedang berenang.
e.      Saat kedua kaki diluruskan buatlah lecutan pada saat kaki ditutupkan.
f.        Kondisi kedua kaki rileks.
g.       Lakukanlah secara terus menerus dan berulang ulang sampai Anda menguasainya dengan baik.
3.Latihan Gerakan Tangan
Untuk mengetahui cara melatih gerakan tangan pada renang gaya dada dapat Anda simak berikut ini.
a.       Letakan kedua kaki pada dinding kolam.
b.      Luruskan kedua tangan dan posisi kepala keluar dari permukaan air.
c.       Tariklah kedua tangan secara bersama ke arah dada bawah sambil telapak tangan mengayuh air.
d.      Pada latihan gerakan tangan ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan bantuan papan peluncur.
4. Latihan Mengambil Nafas
Untuk melakukan pernafasan pada renang gaya dada ini dapat Anda lakukan pada saat kedua tangan di tarik ke bagian samping, lalu kepala diangkat ke atas sambil mengambil udara. Untuk mengeluarkannya dapat Anda keluarkan di dalam air secara perlahan-lahan.
Kesimpulan  kelompok:
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

Saran                                                                                                            Berenang merupakan olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, jadi diharapkan untuk dapat mengikutinya secara kontinyu kecuali ada hal-hal yang mengahalanginya seperti sakit. Diharapkan ada penjelasan tentang gaya berenang dan apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah berenang